TantyTasyaDie2

Thursday, July 27, 2006

Tanty dan adik baru


Saat Tanty duduk di TK B, aku hamil anak ke 2 (calon adik Tanty). Tanty tampak belum punya perasaan dan mengerti masalah kehamilanku. Sewaktu aku melahirkan putri ke 2, Tanty tampak heran karena dia boleh bolos sekolah. Setelah diberitahu bahwa dia punya adik, baru wajahnya sedikit berubah.

Saat itu bulan Ramadhan, Nadya Annasthasya Putri (Tasya), bayi perempuan, putih dan cantik lahir di Tangerang, 15 Februari 1995, terlahir menjadi adiknya Tanty. Beratnya ??? ehm 4,2kg...
Nama panggilan Tasya atas permintaan adik-adiknya Agung. Sementara keseluruhan nama adalah hasil sumbangan dari ibu dan keluarganya Agung juga!

Tanty tampak senang akan kehadiran Tasya ... sebelum dan setelah pulang sekolah ia pasti berusaha ingin mendekat ... kebahagian mendapat 2 gadis lucu ...

Wednesday, July 26, 2006

Tanty dan masa sekolah (TK)


Tanty sebagai anak pertama, perempuan, tumbuh menjadi anak yang lucu. Sebagai ibu pastinya aku ingin sekali melihat Tanty sekolah. Sampai pada akhirnya kami (aku dan Agung) memilih sekolah yang menurut kami (pada saat itu) cukup baik bagi Tanty dalam memulai babak baru kehidupannya.

Akhirnya Tanty kami sekolahkan di TK Budi Luhur, sekolah yang lokasinya tidak jauh dari rumah kami dan sifatnya sekolah umum (bukan sekolah islam atau nasrani). Karena kami berkomitmen akan menyekolahkan anak-anak kami kelak di sekolah umum saja, biar tidak terlalu "ekstrim" itu kesepakatan kami.

Masa-masa sulit kami alami ketika Tanty pertama masuk sekolah, karena usianya yang satu tahun lebih muda dari teman lainnya menyebabkan ia sulit beradaptasi dengan lingkungan. Tapi akhirnya kamipun dapat melalui semua proses dan alhamdulillah tidak kurang satu apapun.

Keajaiban Tanty


Tanty Lahir di Jakarta, pada hari Jumat, tanggal 7 November 1989. Kehadirannya bukan saja merupakan anugerah & kebahagian tetapi keajaiban untuk aku dan Agung. Walaupun lahir dengan berat badan yang hanya 2,7kg Tanty tumbuh menjadi anak yang sehat dan luar biasa (menurut aku ibunya).

Tanty lahir sebagai cucu pertama di keluargaku dan cucu ke 2 di keluarga Agung. Jadi engga heran kalo kehadirannya juga menjadi "sesuatu" yang luar biasa diantara sepupuku, tante dan om ku, juga kakek dan nenek ku yang masih ada kala itu.

Masa kecilnya dilalui hampir lebih dari 5 tahun tanpa kehadiran adik, tapi keadaan ini alhamdulillah tidak menjadikannya anak ber-ego tinggi dan manja, tapi justru sebaliknya. Suatu keajaiban yang tidak pernah terbayangkan oleh aku dan Agung sebelumnya.