TantyTasyaDie2

Monday, August 07, 2006

3 Gadis kecil dalam kehidupan aku dan Agung

Setelah mendapatkan 3 anak perempuan, semua orang terdekat ku selalu bilang, "wah belum ada jagoannya nih, atau satu lagi dech pasti dapet laki"! Tapi, aku selalu merasa bahwa aku tidak akan pernah mendapatkan anak laki-laki. Dan aku selalu bilang "kalo nanti punya menantu juga laki-laki, sama aja kan"?.

Suatu hari aku juga pernah tanya ke Agung, "kamu pingin punya anak laki-laki nggak"? terus dia jawab "Gak"! Aku kaget juga dengan jawaban itu, terus aku tanya lagi, "yang bener"? dan dia jawab lagi "Iya, punya anak perempuan lebih menyenangkan, anak laki-laki berisik, kasar dan nakal" gitu jawabnya .... ya sudah, tenang lah aku !

Dan ternyata memang benar 3 gadis kecil ku ini benar-benar menenangkan hati. Pulang kantor dengan perasaan capek dan sebagainya hilang begitu melihat ketiganya keluar dari rumah begitu aku dan Agung pulang ....

Cerita-ceritanya, tertawanya, semuanya membuat aku selalu kangeenn dengan mereka. Untuk mereka aku selalu meluangkan waktu untuk makan malam bersama. Karena pada saat dimeja makan itu mereka akan bercerita macam-macam pengalamannya sewaktu aku tidak dirumah. Lucu-lucu banget dech .....

Friday, August 04, 2006

Kehadiran Die-die


Anak ke 3 ku lahir, 24 Mei 1997, empat hari menjelang Pemilu. Bayi perempuan yang lahir dengan berat 4,9kg ini benar-benar paling besar diantara bayi-bayi lain yang lahir pada hari yang sama. Bayi perempuan yang akhirnya diberi nama Miranty Meiditasari (karena lahir dibulan Mei). Kami sekeluarga sepakat memanggilnya Riri ...

Waktu berlalu begitu cepat sampai ketika Riri mulai mengeluarkan kata-kata aneh dan akhirnya mengucapkan namanya sendiri dengan "Die-die". Mulai hari itu kami terlanjur dan terbiasa memanggil dengan sebutan Die-die. Karena aku dan Agung pikir, neneknya juga merasa "lucu juga ya", termasuk komentar Tanty anak pertamaku.

Die-die tumbuh menjadi gadis cilik yang lincah, semakin hari semakin cantik dan lucu .....

Thursday, August 03, 2006

Tanty, Tasya selalu bersama

Tanty, Tasya semakin besar. Tasya adalah teman baik Tanty. Tanty, Tasya seperti tidak pernah dipisahkan, tidur bersama, main bersama. Hampir tidak pernah aku pergi meninggalkan kedua anakku, kecuali saat bekerja. Kemanapun aku atau aku dan Agung pergi mereka selalu bersama. Aku dan Agung selalu memilih lokasi bepergian, dimana anak-anakku juga bisa menikmatinya. Sewaktu Tanty duduk di bangku SD, dan Tasya beranjak balita, ketika itu pula aku mulai hamil anak ke 3.

Tuesday, August 01, 2006

Tasya menjadi adik lucu


Hari demi hari kehadiran Tasya menambah kebahagian aku dan Agung. Pertumbuhannya luar biasa. Tasya jauh lebih aktif, kritis dan berani ketimbang Tanty. Hampir semua mainan (lungsuran dari Tanty) tidak bertahan lama. Setiap hari kepintarannya bertambah, segalanya jauh lebih cepat. Mungkin karena anak ke 2 jadi kata orang sudah ada contohnya. Semakin besar, semangat dan rasa ingin tahunya juga semakin bertambah.

Sejak lahir Tasya mempunyai tanda merah di bibir bagian bawah. Dulu sewaktu masih bayi, tanda merah ini menjadi suatu kekhawatiran. Karena selain merah, tanda tersebut menjadi seperti agak menyembul. Tapi, setelah melewati beberapa kali pemeriksaan, akhirnya kami (aku dan Agung) merasa tenang karena tidak diperlukan adanya pembedahan.

Lihat dech ...rambutnya yang lebat, matanya yang bulat indah, kulitnya yang putih bersih dan badannya yang sejak bayi gemuk membuat Tasya semakin menggemaskan (anak sendiri ... selalu dipuji dong ...).

Tanty dan Tasya tumbuh bersama


Begitu senangnya Tanty mendapat adik Tasya. Dengan perbedaan yang hampir 6 tahun mereka tumbuh bersama. Tasya menjadi anak yang cantik dan lucu... Warna kulit yang berbeda pada kedua kakak beradik ini kadang terlihat lucu. Banyak yang bilang Tanty asli mirip ibunya (hitam) dan Tasya asli mirip papanya (putih) ....